Jumat, 04 Juli 2014


Sudah hampir genap 3 tahun kami menjadi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jauh-jauh merantau ke kota Solo ini tak lengkap rasanya jika tak mengenal berbagai wisata menarik yang ada di kota ini. Nah, salah satu tempat wisata yang juga merupakan Cagar Budaya yang kami kunjungi adalah Museum Radya Pustaka.

Museum Radya Pustaka di Jl. Slamet Radya Pustaka
 No. 275 Surakarta

Radya Pustaka merupakan salah satu Museum bersejarah dan tertua di Indonesia. Museum Radya Pustaka didirikan pada tanggal 28 Oktober 1890 oleh KRA Sosrodiningrat IV. Awalnya gedung ini bernama Loji Kadipolo dibeli oleh PB X  dari Johanes Busselear (Warga Belanda). Menurut Pepatih Keraton Radya Pustaka memiliki arti “Radya” merupakan keraton atau negara sedangkan “Pustaka” merupakan perpustakaan, sehingga Radya Pustaka memiliki arti perpustakaan keraton. Museum ini berada di tengah kota Solo tepatnya di Jl. Slamet Riyadhi  No. 275 Surakarta. Gedung ini berarsitektur gaya Belanda. Di museum ini terdapat benda-benda bersejarah diantaranya adalah Arca, Prasasti, Keris, Wayang, Keramik dalam berbagai bentuk seperti piring, gelas dan perabot rumah tangga lainnya, ada pula berbagai gamelan, kostum kebesaran keraton, mata uang dari berabagai negara yang berkunjung ke indonesia, miniatur bangunan bersejarah di Solo, macam-macam topeng dan buku-buku kuno.



    Di Museum ini terdapat 12 ruangan yang terdiri atas ruangan Porselen dimana terdapat berbagai perabot yang terbuat dari poselen dalam berbagai bentuk dari piring, gelas, cangkir, mangkuk dan lain-lain. Ada pula ruangan keris yang berada di depan ruang perpustakaan, keris berada dalam sebuah lemari kaca bening. Di dalam ruang perpustakaan terdapat buku-buku penting kuno yang bersejarah, untuk perpustakaan ini ditutup sehingga hanya orang-orang tertentu yang boleh memasuki ruangan tersebut. Di depan ruang porselen terdapat ruang Prasasti dan Replika. Selain itu ruang yang menjadi pusat adalah ruang Gamelan, disana terdapat banyak alat musik tradisional yang biasa mengiringi wayang atau klenengan dan oyon-oyon, diruangan tersebut juga ada wayang, perlengkapan menari, pakaian kebesaran keraton, disamping kanan terdapat ruangan patung Rajamala, sedangkan samping kiri terdapat ruang memorial kantor K.G Panembahan Hadiwidjaja. Ruangan paling belakang terdapat kumpulan uang kuno, replika bangunan, mesin ketik kuno. Di bawah ini saya juga akan memperlihatkan foto-foto yang berhasil saya ambil di Museum Radya Pustaka, beberapa contoh peninggalan yang ada di Museum.






Museum Radya Pustaka ini merupakan salah satu objek wisata yang memberikan pengetahuan tentang benda-benda bersejarah. Bagi yang ingin mengunjungi tempat ini kita hanya membayar Rp. 5.000,00/orang. 

Nah.. semoga sekelumit informasi yang kami dapat dari perjalanan ini bisa menjadi salah satu referensi menarik bagi perjalan wisata anda. Terutama bagi anda yang tertarik dengan sejarah dan tentu saja bagi kalian yang memiliki kesempatan untuk bermukim di kota Solo namun belum sempat mengunjungi museum tertua di indonesia ini. ^_^   Let's Visit guys.....
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar