Sudah hampir genap 3 tahun kami menjadi
mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jauh-jauh merantau ke kota Solo
ini tak lengkap rasanya jika tak mengenal berbagai wisata menarik yang ada di
kota ini. Nah, salah satu tempat wisata yang juga merupakan Cagar Budaya yang
kami kunjungi adalah Museum Radya Pustaka.
Museum
Radya Pustaka di Jl. Slamet Radya Pustaka
No. 275 Surakarta
No. 275 Surakarta
Radya Pustaka merupakan salah satu Museum
bersejarah dan tertua di Indonesia. Museum Radya Pustaka didirikan pada tanggal
28 Oktober 1890 oleh KRA Sosrodiningrat IV. Awalnya gedung ini bernama Loji
Kadipolo dibeli oleh PB X dari Johanes Busselear (Warga Belanda). Menurut
Pepatih Keraton Radya Pustaka memiliki arti “Radya” merupakan keraton atau
negara sedangkan “Pustaka” merupakan perpustakaan, sehingga Radya Pustaka
memiliki arti perpustakaan keraton. Museum ini berada di tengah kota Solo
tepatnya di Jl. Slamet Riyadhi No. 275 Surakarta. Gedung ini
berarsitektur gaya Belanda. Di museum ini terdapat benda-benda bersejarah
diantaranya adalah Arca, Prasasti, Keris, Wayang, Keramik dalam berbagai bentuk
seperti piring, gelas dan perabot rumah tangga lainnya, ada pula berbagai
gamelan, kostum kebesaran keraton, mata uang dari berabagai negara yang berkunjung
ke indonesia, miniatur bangunan bersejarah di Solo, macam-macam topeng dan
buku-buku kuno.
Di Museum ini terdapat 12 ruangan yang terdiri atas ruangan Porselen dimana
terdapat berbagai perabot yang terbuat dari poselen dalam berbagai bentuk dari
piring, gelas, cangkir, mangkuk dan lain-lain. Ada pula ruangan keris yang
berada di depan ruang perpustakaan, keris berada dalam sebuah lemari kaca
bening. Di dalam ruang perpustakaan terdapat buku-buku penting kuno yang
bersejarah, untuk perpustakaan ini ditutup sehingga hanya orang-orang tertentu
yang boleh memasuki ruangan tersebut. Di depan ruang porselen terdapat
ruang Prasasti dan Replika. Selain itu ruang yang menjadi pusat adalah
ruang Gamelan, disana terdapat banyak alat musik tradisional yang biasa
mengiringi wayang atau klenengan dan oyon-oyon, diruangan tersebut juga ada
wayang, perlengkapan menari, pakaian kebesaran keraton, disamping kanan
terdapat ruangan patung Rajamala, sedangkan samping kiri terdapat ruang
memorial kantor K.G Panembahan Hadiwidjaja. Ruangan paling belakang terdapat
kumpulan uang kuno, replika bangunan, mesin ketik kuno. Di bawah ini saya
juga akan memperlihatkan foto-foto yang berhasil saya ambil di Museum Radya
Pustaka, beberapa contoh peninggalan yang ada di Museum.
Museum Radya Pustaka ini
merupakan salah satu objek wisata yang memberikan pengetahuan tentang
benda-benda bersejarah. Bagi yang ingin mengunjungi tempat ini kita hanya
membayar Rp. 5.000,00/orang.
Nah.. semoga sekelumit informasi yang kami dapat dari perjalanan ini bisa menjadi salah satu referensi menarik bagi perjalan wisata anda. Terutama bagi anda yang tertarik dengan sejarah dan tentu saja bagi kalian yang memiliki kesempatan untuk bermukim di kota Solo namun belum sempat mengunjungi museum tertua di indonesia ini. ^_^ Let's Visit guys.....



Tidak ada komentar:
Posting Komentar